Minggu, 11 Januari 2009

The Final Word

(Story Begins)

Dahulu kala disebuah daratan yang diberi nama dengan fritzie land terdapat beberapa kerajaan-kerajaan kuat,salah satunya adalah kerajaan wyndham,terdapat seorang panglima perang yang juga dikenal sebagai seorang pahlawan yang tak tertandingi kehebatannya,berhati baik,jujur dan sangat setia kepada negaranya,namanya adalah harvine agathon.tidak lama dalam kerajaan terjadi kekacauan,para pejabat-pejabat korup meraja rela,pemberontak dimana-mana,kemudian harvine meninggalkan istana itu karena suatu hal,dia kemudian mencoba hidup layaknya rakyat biasa.dia berkelana ke selatan dan dia memutuskan untuk tinggal disebuah desa,desa itu bernama desa nebulosa.desa ini penduduknya sangat ramah,tentram dan juga sejahtera karena hampir semua penduduk disana menekuni bidang bercocok tanam,selain itu pemandangan desa itu sangat indah,memiliki gunung,sungai yang jernih,serta jika jauh dipandang,maka semuanya kelihatan hijau karena banyak ditumbuhi pohon-pohon rindang dan besar.harvine menghabisi waktunya dengan menulis puisi,belajar seni bela diri, dan membuat pedang serta beberapa alat-alat potong untuk kebutuhan penduduk.suatu saat harvine pergi kegunung untuk mencari kayu bakar,dia melihat seorang gadis yang sangat cantik sedang memetik bunga,kaki harvine terpaku dan matanya terus melihat gadis itu,setelah lama dipandang gadis itu bukan hanya sedang memetik bunga tapi gadis itu juga sedang asyik bermain dengan kupu-kupu yang ada disekitar tempat itu.tak lama,gadis itu menoleh kebelakang,dilihatnya seorang pria sedang menatapnya,gadis itu kemudian berjalan kearah pria tersebut,mengetahui gadis itu berjalan kearahnya,harvine mencoba beranjak,tapi tak mampu,setelah dekat gadis itu kemudian bertanya “tuan,apakah engkau hendak mau membeli bunga?”,dengan gugup dan jantung yang berdebar,harvine menjawab “iy…..iya…sa…sa..saya mau bunga anggrek itu.gadis itu berkata “oh,ini tuan,harganya empat sen”,karena harvine tidak mempunyai uang kecil saat itu harvine memberikan satu ekxa kepada gadis itu,pada waktu itu mata uang disana masih menggunakan ekxa dan sen,harga satu ekxa adalah seratus sen.kemudian gadis itu berkata lagi “maaf tuan,uang anda terlalu besar jumlahnya,”.dengan lugu harvine menjawab “oh,tidak apa-apa,ambil saja kembaliannya,kalau boleh tahu,siapa nama anda?”,gadis itu menjawab”terima kasih tuan,nama saya crescia,siapakah nama tuan?,tuan tidak terlihat asing”,harvine menjawab lagi “nama saya harvine,saya adalah pandai besi didesa nebulosa”,gadis itu sedikit terkejut dan berkata lagi”oh,rupanya kita satu desa ya,kalau ada waktu,singgahlah kegubuk kecilku tuan,kalau begitu saya permisi dulu tuan,masih banyak bunga yang harus saya jual”,sambil mengganguk-anggukkan kepala harvine menyambung “baiklah,sampai jumpa crescia”.setelah crescia berjalan tidak terlalu jauh lalu terdengar suara teriakan “crescia…jangan panggil aku tuan,panggil saja namaku”.dengan tersenyum crescia terus berjalan turun dari gunung.crescia aislinn adalah seorang gadis yang juga berhati baik,ayahnya adalah seorang jendral yang kemudian gugur dalam peperangan sehingga hnya tinggal crescia dan ibunya.crescia sangat berbakti kepada ibunya,apapun yang ibunya katakan selalu dipatuhi crescia walaupun itu terkadang bertentangan dengan keinginan dan kata hatinya.berselang beberapa hari berlangsung lah sebuah festival,yaitu festival tomat,festival tomat ini wajib diikuti oleh pemuda-pemudi didesa itu,dimana akan ada satu pasang pemuda dan pemudi melempar tomat kepada lawannya,mereka harus berusaha menghindar dari tomat yang dilemparkan dengan bersembunyi di dua gentong yang sudah tersedia didepan mereka dan jika mereka terlempar,maka mereka akan dianggap gugur.harvine yang saat itu tidak mengenal siapa-siapa mencoba ikut,dia melihat banyak orang sudah berpasang-pasangan,hanya tinggal dia yang sendiri,tinggal lima menit lagi festival akan dimulai,semua telah dipersiapkan,tomat telah diisi kedalam gentong yang tersedia,harvine berniat meninggalkan festival itu karena tanpa pasangan maka peserta itu juga akan dianggap gugur.tak lama datang seorang gadis dan langsung berkata “tuan,biar saya Bantu anda”,dengan terkejut harvine menoleh kebelakang,rupanya gadis itu adalah crescia,dengan semangat harvine menjawab “boleh-boleh,tapi jangan panggil aku tuan donk,nama saya bukan tuan tapi….harvine”crescia hanya tersenyum.festival pun dimulai,semua penonton bersorak keras,sebagian peserta sudah ada yang gugur,harvine yang takut wajahnya terlempar terus bersembunyi tanpa melempar satu tomat pun,hanya crescia yang melempar,tak lama crescia pun gugur dengan tomat mendarat kepipi kirinya,kemudian crescia berkata “aduh,saya gugur,hanya anda yang tersisa,ayo harvine,lempar semua tomatnya”dengan sedikit emosi karena tak mampu melindungi orang yang dia sukai,harvine berdiri dan berteriak “Ayo makan ini,tomat rasa jagung,tomat rasa apel….menu special tomat plus ulat rasa muntah,ini…ini lagi.”tomat itu seperti anak panah,kedua tangan harvine terus melempar dengan kecepatan yang luar biasa,crescia yang sedang membersihkan wajahnya tertawa mendengar ocehan lucunya bercampur dengan terkejut dengan kekuatan harvine karena harvine sudah mengalahkan semua lawan-lawannya.karena sudah mengetahui pemenangnya kepala desa lalu memberikan harvine sebuah mutiara sebesar kelereng yang diambil dari kerang laut timur.setelah festival berakhir,harvine menemui crescia sambil mengulurkan tangannya yang terdapat mutiara itu dan berkata “maafkan aku ya,gara-gara aku kamu jadi terlempar,oh ya,ini mutiaranya saya hadiahkan kepada kamu”,crescia membalas “oh,tidak apa-apa kok,tapi mutiara ini…saya….”,harvine langsung memotong “ambillah,kamu lebih membutuhkannya”,akhirnya crescia mengambil mutiara itu dan berkata “terima kasih,anda begitu baik,semoga Tuhan membalasnya untuk anda,oh ya,apakah benar tomat yang anda lemparkan tadi ada yang rasa apel?saya tidak suka yang rasa apel,tolong carikan yang rasa nenas ya.”harvine hanya tersenyum sambil meninggalkan tempat itu.waktu terus berjalan,rasa suka yang ada dalam diri harvine sedikit demi sedikit berubah menjadi cinta dan semakin hari cinta itu semakin besar,setiap pagi-pagi buta harvine pergi kegunung untuk memetik bunga lily yang termasuk langka kemudian meletakkanya didepan rumah crescia,disamping bunga lily itu diletakkan juga puisi buatan tangan harvine,tapi crescia tidak pernah tahu kalau bunga dan puisi itu adalah pemberian harvine,walaupun begitu crescia sangat terhibur dan senang terutama dengan puisi harvine.tiba suatu hari harvine pergi kerumah crescia,seperti biasa harvine berbicara,bercanda tawa dengan crescia,tapi entah kenapa ibu crescia tidak menyukai kehadiran harvine karena mengetahui harvine adalah panglima perang diistana,alasan mengapa ibunya beranggapan begitu karena dulu ayah crescia dikhianati oleh jendral lain yang menyebabkan ayah crescia harus gugur dalam peperangan,crescia yang berusaha menjelaskan bahwa harvine bukanlah seperti orang yang ibunya pikirkan tapi selalu berbuahkan kegagalan.suatu hari saat harvine sedang berbicara-bicara dengan crescia diteras rumahnya,ibunya datang dengan sebuah sapu dan berkata “pergi kamu orang jahat,jangan dekati putri saya lagi,dan kamu crescia,jika kamu masih terus berhubungan dengan orang ini,jangan panggil aku ibumu lagi”.crescia yang hanya bisa pasrah dengan keadaan hanya bisa berkata “sebaiknya kamu pergi,jangan temui saya lagi,hubungan kita hanya bisa sampai disini saja,aku lebih meyayangi ibu saya,maafkan aku”.harvine yang mendengar itu sangat terpukul,sambil berjalan pulang harvine terus menahan air matanya.dua minggu kedepan harvine mengurung diri dirumah sambil memperbaiki sebuah pedang,berniat meninggalkan desa itu.disamping itu,kekacauan diistana semakin hebat,raja telah digulirkan,semua menjadi tak terkendali,para jendral-jendral yang jahat bersama dengan prajurit-parjuritnya menghancurkan satu desa demi satu desa,tak ada yang dibiarkan hidup,setelah berhasil menghancurkan desa wisdom yang letaknya tak jauh dari desa nebulosa,jendral itu berteriak kepada prajurit-prajuritnya “target kita selanjutnya…..desa nebulosa”.semua prajurit berteriak keras.suatu ketika saat harvine pergi ke gunung hendak mau mencari obat-obatan untuk perbekalan dia dijalan,ditengah jalan harvine melihat crescia yang sedang memetik bunga,dari kejauhan harvine berteriak “crescia….crescia….”,mengetahui itu crescia terus berlari berusaha menghindar dari harvine,harvine yang juga terus mengejar crescia bermaksud hati ingin memberitahukan sesuatu kepada crescia,crescia yang tak kuat lagi berlari akhirnya bersembunyi di semak-semak,harvine yang hanya berjarak enam meter tidak mengetahui kalau crescia bersembunyi di sana,kemudian harvine berkata “crescia…aku tahu kamu ada disekitar sini,kamu harus tahu,kamu adalah orang yang penting dalam hidupku,besok pagi aku akan pergi dari desa ini,aku ingin sekali mengajakmu ikut bersama denganku,tapi….itu tidak mungkin…selamat tinggal crescia”.harvine kemudian pergi meninggalkan tempat itu.tak lama crescia pun keluar dari semak-semak itu,sambil menangis crescia berkata “harvine,maafkan aku,aku juga ingin pergi dengan kamu,sebenarnya aku sangat mencintaimu,maafkan aku harvine”.pagi pagi sekali harvine sudah mengemasi barang-barangnya dan pergi dari desa itu,kondisi pagi itu sangat tidak bersahabat,langit gelap dan hujan,menyebabkan harvine harus berhati-hati untuk melangkah,tak lama setelah dia baru tiba saja dikaki gunung,harvine mendengar suara jeritan,rumah yang terbakar,mengetahui sesuatu yang buruk sedang terjadi,harvine berlari lagi kedesa itu dalam hati terus berkata “bertahanlah crescia,aku datang menolongmu”sampai kedesa itu,harvine melihat desa itu sudah penuh dengan mayat,setiap jalan tak lepas dari darah yang bercampur dengan air hujan dan lumpur,hampir saja dia mau sampai kerumah crescia,harvine bertemu dengan dua prajurit yang sedang mencari mangsa,prajurit itu kemudian langsung berlari kearah harvine dan berteriak “masih ada yang hidup,BUNUH….!!!”,harvine terus menhindar serangan dari kedua prajurit itu bermaksud tidak ingin membunuh,tapi pertarungan tidak bisa dielakkan lagi,harvine mencabut pedangnya dan dengan dua tebasan kedua prajurit itu langsung tewas seketika.sesampai dirumah crescia,harvine mendapati crescia sedang menangisi kepergian ibunya,ibunya meninggal dengan anak panah menancap di punggung belakangnya.harvine yang terus menarik tangan crescia berkata “ayo pergi dari sini crescia,ayo kita pergi”,tapi crescia menjawab “tidak,aku ingin menemani ibuku disini”dengan terpaksa harvine merangkul pinggang crescia dan menariknya keluar,tapi crescia terus berontak dan memukul-mukul harvine berkata “lepaskan aku…lepaskan aku”,harvine yang berusaha menenangkan crescia dengan suara sedikit kuat berkata “sudahlah crescia,ibumu telah tiada,ibumu juga tidak mengigini putrinya ikut mati,sekarang ayo kita pergi”kemudian crescia dan harvine terus berlari menuju gunung tapi disamping itu mereka terus dikejar –kejar oleh jendral-jendral dan prajurit-prajurit mereka yang berjumlah ratusan itu.mereka terus berlari hingga tiba-tiba kaki kiri crescia tertancap sebuah panah,melihat itu harvine langsung menggendong crescia dan menyembunyikan crescia diantara semak-semak dan pohon-pohon besar agar tak kelihatan,kemudian harvine berkata “bersembunyilah,aku akan memancing mereka mengejarku”,crescia langsung memegang tangan harvine dan berkata “berjanjilah untuk tetap hidup”,harvine sambil tertawa membalas “ya,aku akan hidup seratus tahun lagi,haha..”.harvine lalu meninggalkan crescia kemudian berteriak “hai kalian,aku disini,makanya pakai mata kalian donk kalau mengejar orang,jangan pakai mata kaki walaupun sama-sama mata”,semua orang yang mendengarnya langsung saja emosi dan terfokus untuk membunuhnya.harvine terus berlari hingga dia sampai kesebuah bukit,harvine tak dapat lagi kemana-mana karena seberang bukit itu adalah jurang.tak lama para jendral dan prajurit-prajuritnya tiba,sambil tertawa keras panglima yang tertinggi itu berkata “hai harvine,masih ingat denganku?mungkin waktu diistana kamu masih bisa lolos tapi sekarang matilah kamu,enam ratus enam puluh enam prajurit dan tiga jendralku akan membunuhmu dengan mudah”.harvine dengan santai berkata “oh,rupanya kamu yang telah mengkambing hitamkan aku,tidak apa-apa aku harus diusir oleh raja dari istana atau sekalipun raja ingin membunuhku karena aku difitnah,kalian adalah penghianat negara,jika hari ini kalian tidak mati,maka akulah yang akan mati”.tanpa panjang lebar harvine langsung mencabut pedangnya dan menerjang kearah prajurit-prajurit itu.suasana semakin mendung dan gelap,hujan semakin deras,kilat dan guntur muncul bergantian tanpa henti-hentinya.harvine yang bertarung dengan sekuat tenaga terus saja bertarung,harvine yang berhasil membunuh enam ratus enam puluh satu prajurit dan tiga jendral,sekarang yang tersisa hanya tinggal satu panglima dan lima prajurit lagi,harvine yang tak kuat lagi bertarung berusaha untuk tidak menyerah,kedua tangan harvine mulai bergemetar karena luka sayatan di tangan dan kaki harvine sudah tak terhitung banyaknya,seluruh tubuh harvine penuh dengan darah,darah lawannya maupun darahnya sendiri.kelima prajurit itu pun langsung mengepung harvine,dua dari depan dan tiga dari belakang,tanpa basa basi ketiga prajurit dari belakang harvine langsung memanah punggung harvine,harvine tak kuat lagi menghindar “aarrh…”harvine berteriak kesakitan,kedua prajurit dari depan harvine langsung menusuk perut harvine dengan pedang mereka,kedua pedang itu langsung menembus perut harvine,beberapa saat harvine berdiri terdiam dengan mata tertutup dan kepala tertunduk,kedua prajurit itu langsung bersorak riang “orang ini telah mati,orang ini telah mati..”tapi tiba-tiba pedang harvine langsung menancap kedada salah seorang prajurit,prajurit yang satu lagi melihat itu berusaha untuk melarikan diri,tapi duluan pedang harvine menusuk keras kepunggung prajurit itu hingga menembus perutnya.tanpa membuang-buang waktu harvine lalu berlari kebelakang,karena harvine tak mampu lagi mengangkat pedangnya,harvine hanya bisa menyeret pedangnya kearah mereka, ketiga prajurit itu langsung tewas dengan hanya satu putaran tebasan kilat.hanya tinggal satu panglima lagi,harvine yang mulai kesakitan dan mulai kehabisan darah berjalan lemas kearah panglima itu,panglima itu kemudian berkata “dengan lukamu seperti ini,kamu hanya mengantar nyawamu padaku”,harvine tersenyum sebentar kemudian berkata “a…aku tidak akan mati. Aarrrhhh…!!!”harvine berlari kearah panglima itu dengan kekuatan terakhirnya.lalu terdengar suara guntur yang sangat hebat bercampur dengan suara pedang yang berlaga keras kebaju perang;kilat sempat menyilaukan mata,lalu suasana menjadi hening,dan sekarang yang terlihat tombak panglima itu sudah menusuk kejantung harvine,namun panglima itu juga tidak bersuara,tak lama tubuh panglima itu terbelah menjadi dua.harvine kemudian mencabut dua pedang yang menebus perutnya dan tiga anak panah yang ada dipunggungnya,harvine saat itu tak kuat lagi berdiri akhirnya jatuh terlentang ketanah,tak lama crescia pun datang dengan anak panah yang masih menempel dikakinya,dia berlutut disamping harvine sambil menangis dan berkata “harvine,kamu sudah berjanji untuk tetaphidup untukku,mengapa kamu tidak menepatinya?”,dengan suara lemas harvine berkata “maafkan aku crescia,maafkan aku,hidupmu jauh lebih berharga dari hidupku,tetaplah hidup untukku,kamu adalah hartaku yang paling berharga,sekarang..bantu aku cabutkan tombk ini dariku,tombak ini sangat mengganguku”,crescia terus saja menangis dan dengan sekuat tenaganya,tombak itu tercabut juga,darah harvine terus mengucur keluar dari jantung harvine yang koyak,crescia berusaha menutupnya dengan kedua tangannya tetap saja sia-sia,darah harvine seperti anak sungai yang mengalir.dengan nafas terakhir yang terengah-engah harvine berkata “sudahlah crescia,itu percuma..crescia mungkin aku tak mampu lagi memetik bunga lily kesukaanmu ….. dan aku tak bisa lagi menulis puisi untukmu,maafkan aku…crescia.a...aku juga telah menanam bunga lily itu untukmu,mereka ter….terletak di puncak gunung sebelah barat daya,hanya itu…hanya itu yng bisa aku lakukan untukmu”,tak lama harvine berbicara lagi “crescia…sepertinya aku melihat….dua..dua orang berpakaian putih hendak mau menjemputku”,mendengar itu tangisan crescia semakin tak terbendung “jangan tinggalkan aku harvine,aku ingin kamu yang memetik bunga itu untukku,aku ingin membaca lagi puisimu,jika dulu aku pernah berkata jangan temui aku lagi,aku berbohong harvine,aku bohong,aku ingin kamu selalu ada disampingku karena aku sangat mencintai kamu,biarkan aku perbaiki kesalahan itu,aku mohon harvine,maukah kamu tetap hidup untukku,harvine?”,harvine hanya tersenyum dan mencoba bersuara “a...aku mau…tapi….aku juga….aku…..”belum sempat harvine mengatakan kalau harvine juga mencintai crescia duluan harvine harus dijemput oleh maut,mengetahui itu crescia terus mengoyang-goyang tubuh harvine dan berkata “harvine…katakan kamu juga mencintai aku,katakan harvine..,katakan…HARVINE…….!!!!!”.crescia yang sudah kehilangan semuanya berlutut selama satu jam disamping tubuh harvine,crescia terus menangis,tak lama crescia memutuskan untuk kembali kedesanya berharap ada yang masih hidup dan berusaha membangun ulang desa itu,sebelum crescia meninggalkan tubuh harvine crescia sempat berkata “selamat tinggal harvine,aku akan tetap hidup untukmu harvine,berjanjilah suatu saat kamu akan kembali untukku”lalu crescia pergi meninggalkan tubuh harvine.hanya berselang beberapa menit setelah kepergian crescia,dari mata harvine yang tertutup mengalirkan darah.mungkin itu adalah ketidak relaan harvine meninggalkan crescia.

Continue to Wayback to Crecia

Tidak ada komentar: